Kamis, 07 Januari 2016

Manajemen Data Telematika

Manajemen Data Telematika
A.    Manajemen Data Telematika
Manajemen data merupakan bagian dari sumber daya informasi yang mencakup kegiatan yang memastikan bahwa sumber daya informasi disajikan pada pemakai secara akurat, up to date (mutahir), dan aman dari gangguan. Kegiatan manajemen data mencakup :
·         Pengumpulan Data
·         Integritas dan Pengujian
·         Penyimpanan
·         Pemelihraan
·         Keamanan
·         Organisasi
·         Pengambilan
Definisi resmi manajemen data dari DAMA (Demand Assigned Multiple Access) adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Pada dasarnya, manajemen data melibatkan seluruh disiplin yang berkaitan dengan manajemen data sebagai sumber daya yang berguna.
Dengan kata lain, manajemen data telematika sendiri adalah suatu prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Beberapa unsur penting yang harus dimiliki suatu manajemen data telematika, yaitu client, sebagai user (pengguna), server sebagai pusat pengambilan data, dan database sebagai tempat penyimpanan data.
Ruang lingkup manajemen data terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : Lingkungan Luar (Eksternal), dan Lingkungan Dalam (Internal). Lingkungan luar meliputi politik, hokum, teknologi, kondisi lingkungan alam, media, lembaga keuangan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan dalam terdiri dari manusia, finansial, fisik, sistem dan teknologi, serta sistem nilai dan budaya organisasi.

Manajemen Data Telematika sendiri terdiri dari :
1.      Manajemen Data Sisi Klien
Merupakan suatu DBMS (Database Management System) yang terdapat pada peralatan bergerak (mobile device). Mobile DBMS memungkinkan perangkat mobile mengakses database lokan dan modifikasi pada laptop atau peerangkat genggam seperti PDA atau PocketPC Palm. Kemudian DBMS menyediakan mekanisme untuk menyingkronkan perubahan database jauh terpusat, perusahaan, atau departemen server database.
2.       Arsitektur Sisi Server
Merupakan sebuah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP itu harus mendukung. Contohnya adalah penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML. Tag tersebut akan memicu tindakan atau program untuk mengeksekusi.
3.      Manajemen Database System Perangkat Bergerak
Komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protcol) telah menunjukan potensi sebagai layanan internet nirkabel atau WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan pengguna mengakses layanan online dari layar telepon genggam dengan menggunakan built-in browser.
B.     Manfaat Manajamen Data Telematika
Manajemen data telematika digunakan untuk mengatur segala data - data dari client dan server yang saling berkomunikasi.  Manajemen penting sekali dipakai dalam sebuah perusahaan baik kecil maupun besar karena fungsi dari managemen adalah mengolah atau mengatur sebuah system. Dibawah ini merupakan manfaat dari penerapan manajemen data telematika yang baik, diantaranya :
·         Mengatasi kerangkapan data
·         Menghindari terjadinya inkonsistensi data
·         Mengatasi kesulitan dalam akses data
·         Menyusun format standar sebuah data
·         Dapat digunakan oleh banyak pemakai
·         Melakukan perlindungan dan pengamanan data
·         Menyusun integritas dan independasi data
C.    Tujuan Manajemen Data Telematika
·         Mengetahui Manajemen data telematika pada sisi klien.
·         Mengetahui Manajemen data telematika pada sisi server.
·         Mengetahui Manajemen data perangkat bergerak.
D.    Permasalahan dan Isu-isu Pada Manajemen Data Telematika
Permasalahan dan isu-isu pada manajemen data telematika diantaranya adalah :
·         Traffic congestion on the network, dimana server akan mengalami overload ketika banyak client mengakses ke server secara simultan.
·         Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.’
·         Dapat menimbulkan server fail pada client-server.
·         Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar