Selasa, 30 April 2013

Puisi Doa Chairil Anwar


PUISI “DOA“KARYA CHAIRIL ANWAR

Doa
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
 Analisis Unsur Intrinsik

Kesimpulan :
Puisi “Doa” karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tema tentang ketuhanan. Hal ini dapat kita rasakan dari beberapa bukti. Pertama, diksi yang digunakan sangat kental dengan kata-kata bernaka ketuhanan. Kata “dua” yang digunakan sebagai judul menggambarkan sebuah permohonan atau komunikasi seorang penyair dengan Sang Pencipta. Kata-kata lain yang mendukung tema adalah: Tuhanku, nama-Mu, mengingat Kau, caya-Mu, di pintu-Mu. Kedua, dari segi isi puisi tersebut menggambarkan sebuah renungan dirinya yang menyadari tidak bisa terlepas dari Tuhan

Amanat
Sesuai dengan tema yang diangkatnya, puisi ´Doa´ ini berisi amanat kepada pembacaagar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan. Agar bisa melakukan amanattersebut, pembaca bisa merenung (termenung) seperti yang dicontohkan penyair. Penyair juga mengingatkan pada hakikatnya hidup kita hanyalah sebuah ´pengembaraan di negeriasing´ yang suatu saat akan kembali juga. 

Resensi Dongeng Si Gadis Kerudung Merah dan Srigala


Resensi Dongeng Si Gadis Kerudung Merah dan Serigala (Prosa Lama)
Di tepi sebuah hutan di kaki gunung, berdirilah sebuah rumah. Rumah itu tidak begitu besar, tetapi dari luar tampak sangat nyaman. Di dalam rumah itu tinggal seorang wanita tua. Meskipun sudah tua, wanita itu masih sangat mampu mengurus dirinya sendiri. Di seberang hutan di belakang rumahnya, ada sebuah desa dimana putrinya tinggal. Dari putrinyalah wanita itu memiliki seorang cucu. Seorang gadis kecil.
Gadis kecil itu lahir saat tengah malam, saat bulan bulat penuh bersinar terang bahkan di tengah hutan yang gelap. Dan mungkin karena itulah gadis kecil itu memiliki kulit putih hampir pucat yang membuatnya seperti selalu bersinar di antara anak-anak lain. Dan yang membuat gadis kecil itu berbeda adalah, dia sama sekali tidak takut saat malam tiba. Dia seperti menjadi lebih berani saat bulan muncul.
Saat gadis itu merayakan ulang tahunnya yang kelima, neneknya datang dan memberinya hadiah yang terbungkus kertas berwarna coklat dan diikat dengan pita putih. Dengan penasaran gadis kecil itu membuka kadonya. Setelah pita dibuka dan lipatan kertas diuraikan, matanya melebar berbinar-binar. Dengan tangan kecilnya gadis itu mengangkat benda berwarna merah di hadapannya dan memandanginya dengan wajah memerah. Dan setelah memeluknya dan mengibar-ngibarkannya sambil berputar-putar, gadis kecil itu menubruk neneknya dan tersenyum lebar. "Terima kasih nenek!"
Dan neneknya mengecupnya dan mengucapkan selamat ulang tahun sambil tersenyum. Kemudian, gadis kecil itu mulai kebingungan bagaimana harus memakai benda merah itu. Diapun berlari menghampiri ibunya dan memberikan hadiahnya pada ibunya, dia merengek agar ibunya segera memakaikan benda merah cantik itu padanya. Ibunya mengangkat benda itu dan dengan segera memasangnya di tubuh putrinya. Dia mengikat tali di kedua bahu putrinya dan terakhir menutup kepala putrinya dengan kerudung merah yang menggantung dari jubah merahnya. Setelah terpasang sempurna, gadis itu tersenyum lebar dan berputar-putar, membuat jubah merahnya berkibar. Saat itu, dia sudah sama sekali melupakan hadiah dari ibu dan ayahnya yang belum dibukanya dan masih tergeletak di lantai.
Dan disisa hari itu, gadis kecil itu terus memakai jubah merahnya hingga dia tertidur di sofa empuk di depan perapian, di pangkuan neneknya, berharap agar neneknya tidak pulang ke rumahnya di sisi lain hutan. Jadi, wanita itu tinggal bersama putrinya untuk malam itu.
Di tengah hutan, terdapat sebuah gua. Di dalam gua itu seekor luper* kecil tinggal sendirian. Sudah lama dia tidak bertemu dengan kawanan luper lain dan dia sudah sangat terbiasa hidup sendirian di dalam guanya yang hangat.
Pada suatu siang, saat luper kecil itu sedang menikmati tidur siangnya untuk menghindari cahaya terang matahari, telinganya tiba-tiba bergoyang dan berdiri tegak saat menangkap sebuah suara di dekat mulut guanya. Dia menaikkan wajahnya sedikit untuk mengendus bau yang masuk dari luar gua, kemudian dia mendengkur dan kembali melanjutkan tidur siangnya. Di luar gua, seekor kelinci gemuk dengan bulu coklat melompat melewati mulut gua dan masuk ke dalam lubang di bawah pohon besar tidak jauh dari situ.
Sejauh yang bisa diingat luper kecil itu, dia belum pernah sekalipun melihat luper lain di dalam hutan. Dia sama sekali tidak tahu di mana orang tuanya atau bahkan apakah dia memiliki orang tua.
Luper kecil itu sesekali berjalan ke desa dengan jubah berkerudung yang pernah ditemukannya di bebatuan di tepi sungai untuk menyembunyikan telinganya yang berbulu. Kadang dia hanya memandangi orang-orang yang kadang memberinya sepotong roti dengan wajah gemas, kadang dia berjalan-jalan tanpa tujuan mengelilingi desa dan memandangi anak-anak kecil yang berlarian. Kadang anak-anak kecil itu menatapnya lama-lama, kemudian mereka biasanya akan tersenyum lebar dan melambai padanya.
Terakhir kali dia berjalan ke desa, dia bertemu dengan gadis kecil yang memakai jubah merah. Gadis itu menatapnya dengan penasaran, dan saat luper kecil itu balas menatapnya, gadis itu tersenyum lebar dan menghampirinya, memberinya sebuah benda bulat berwarna-warni yang terasa manis. Belum pernah sekalipun luper itu mencicipi benda seperti itu. Dan untuk pertama kali, luper itu membalas senyuman yang diberikan padanya. Setelah itu, gadis kecil itu bersama wanita yang menggandeng tangannya meninggalkan luper itu duduk sendirian sambil menjilati benda bulat manis di tangannya.
Hari itu terasa berbeda dari hari-hari biasanya, dan luper itu berharap akan bertemu lagi dengan si gadis berkerudung merah itu dan wanita yang bersamanya yang entah mengapa membuatnya merasa nyaman saat wanita itu menepuk kepalanya yang berkerudung dengan ringan.
Setelah matahari tenggelam dan bulan mulai berkuasa di langit, luper itu mengangkat kepalanya. Matanya yang berwarna hitam berkilat di dalam gelapnya gua, dalam sekejap warna hitamnya memudar dan digantikan pupil berwarna keemasan. Diapun berjalan keluar dari dalam gua, mencari sesuatu untuk sarapan malamnya. Pertama, luper itu berjalan ke arah sungai untuk membasahi kerongkongannya yang kering. Dan setelah puas minum, luper itu mencuci wajahnya dan tangan juga kakinya yang sedikit kotor. Dia terbiasa melakukannya saat akan berjalan ke desa, dan lama-kelamaan, itu menjadi hal yang wajib dilakukannya. Malam itu, dia tidak ingin ke desa, dia ingin berjalan ke tempat lain. Arah sebaliknya.
Setelah beberapa saat berlari (berjalan versinya) luper itu sampai di dekat tepi hutan. Dia berhenti saat mencium aroma wangi yang seperti menguras seluruh isi perutnya, membuatnya lapar dalam sekejap. Dengan penasaran, luper itu mulai mendekati sumber aroma hingga sampai di tepi hutan. Sebuah rumah kecil berwarna coklat berpagar abu-abu dengan halaman depan yang dipenuhi bunga-bungaan tampak di hadapannya. Dari cerobongnya tampak asap tipis berwarna kelabu. Jendela rumahnya tampak bercahaya keemasan, dan luper itu hanya terbengong di pinggir hutan.
Tanpa sadar kakinya perlahan membuatnya mendekati rumah itu, aroma wangi yang menyerbu hidungnya seperti membuat tubuhnya melayang, seperti ngengat yang otomatis terbang mendekat begitu cahaya tampak di depannya. Dan sebelum luper itu menyadarinya, pintu rumah itu terbuka dan seorang wanita tua berambut keperakan muncul dan menatapnya. Saking terkejutnya, luper itu hanya balik menatap wanita itu, sama sekali lupa menutupi telinganya yang mencuat di kedua sisi kepalanya. Walau begitu, wanita tua itu tersenyum padanya dan memanggilnya masuk. Dengan patuh luper itu berjalan mendekat dan berhenti di depan pintu, menatap wanita tua yang masih saja tersenyum padanya.
"Kau mau berdiri terus di situ atau masuk dan ikut mencicipi kaserol ayamku yang masih hangat di depan perapian?" tawar wanita itu membuat luper kecil itu menatapnya dan dengan gugup masuk ke dalam rumah. Wanita itu kemudian berjalan di depannya dan menyuruhnya duduk di sebuah kursi di depan perapian. Kemudian dia muncul lagi dengan dua buah piring berukuran sedang dan memberikan salah satunya pada luper itu. Dengan mata hitam berbinar, luper itu menatap sepotong kaserol di piringnya. Itu adalah benda paling sedap yang pernah diciumnya selain aroma manis permen yang pernah dicicipinya. Tambah lagi, benda itu mengeluarkan uap yang membuatnya susah payah menahan air liur.
Luper itu kemudian melirik wanita tua di hadapannya, wanita itu memotong kaserolnya dengan garpu kemudian menusuk potongan kaserolnya dan memakannya. Dan luper itu mengikutinya (itu juga pertama kalinya luper itu memakai garpu dan piring untuk makan). Saat memasukkan kaserol itu ke dalam mulutnya, mata luper itu berbinar-binar dan dia mulai menghabiskan kaserolnya dengan lahap membuat wanita itu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah menghabiskan sepotong kaserol untuk yang kesekian kali, luper itu sekarang menggenggam cangkir yang mengepul. Cairan di dalamnya berwarna putih kental dan anehnya dia sangat menyukai baunya yang manis sekaligus gurih. Dia merasa pernah mencium aroma itu tetapi sama sekali tidak bisa mengingatnya. Perlahan luper itu mulai meminumnya, tetapi masih juga tidak mengingat kapan dan di mana dia pernah mencicipi rasa yang hampir serupa. Wanita itu masih saja menatapnya dengan diam hingga luper itu menghabiskan seluruh isi cangkirnya dan menggenggam cangkirnya sambil menjilati bibirnya yang 'berkumis' putih. Masih ada aroma susu yang tertinggal di cangkir itu, dan dia menyukainya.
"Apa yang kau lakukan di hutan?" tanya wanita itu memecahkan kesunyian. Luper itu hanya menatapnya tiba-tiba dan perlahan telinganya terlihat melemas, menyatu dengan rambut hitamnya yang mencuat. Mata luper itu kembali pada cangkir di tangannya.
"Aku, tinggal di hutan," luper itu menjawabnya dengan lirih seolah dia baru saja bisa berbicara dengan suara manusia. Tanpa sadar wanita itu membelalak, tetapi dengan cepat dia menyembunyikannya dan tersenyum lalu mulai menanyai luper kecil itu pertanyaan-pertanyaan sederhana dan dijawab dengan singkat. Satu hal yang segera disadari wanita tua itu, anak kecil dengan wajah manis dan rambut hitam mencuat yang sewarna dengan matanya itu adalah anak luper yang entah bagaimana memiliki bentuk lebih menyerupai manusia (kecuali untuk telinganya), dan anak itu sama sekali tidak menyadari kalau dirinya adalah seekor luper (atau makhluk setengah luper karena wanita itu tahu luper tidak bisa berbicara). Dan dari selera makannya, wanita itu langsung bisa menebak kalau luper kecil yang duduk di hadapannya sangat jarang memakan sesuatu yang masih berdarah dan sering berkeliaran di desa. Entah kenapa, luper kecil itu menyukai berada di dekat manusia, mungkin karena instingnya yang membuatnya lebih nyaman berada di dekat sesamanya.
*luper: serigala humanoid. Ukurannya dua kali serigala biasa dan tetap merupakan makhluk karnivora. Bukan manusia serigala.

Kesimpulan :
Cerita ini berkisah tentang seorang gadis bernama Kerudung Merah, yang mengenakan kerudung merah atau topi sederhana. Gadis itu berjalan melalui hutan untuk memberikan makanan kepada neneknya yang sedang sakit itu (jus anggur dan roti pisang).
Seekor serigala ingin memakan gadis itu, dan roti pisang dalam keranjang, tapi takut anjing kecil yang dibawanya. Dia mendekati si Kerudung Merah dan mengatakan kepadanya mau pergi kemana. Dia menyarankan gadis itu untuk memilih beberapa bunga. Sementara itu, serigala pergi ke rumah nenek dan berhasil masuk dengan berpura-pura menjadi gadis itu. Dia menelan seluruh tubuh nenek, (Dalam beberapa cerita, dia mengunci nenek di dalam lemari), dan menunggu gadis itu dengan menyamar sebagai nenek.
Ketika gadis itu tiba, ia melihat bahwa neneknya terlihat sangat aneh. Si Kerudung Merah kemudian berkata, "Telinga Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa mendengar suaramu lebih jelas, cucuku"), "Tapi, Nek, mata Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa melihatmu lebih jelas, sayangku"), "Tapi Nek tangan Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa memelukmu dengan erat, sayangku") dan terakhir "Tapi Nek mulutmu besar sekali!" ("Supaya aku dengan gampang menangkapmu!"). Serigala langsung melompat tempat tidurnya dan menelan si Kerudung Merah, kemudian tertidur lelap.
Seorang penebang pohon (dalam Grimm Brothers, dan selalu dalam tradisi Jerman adalah seorang pemburu), entah bagaimana, datang untuk menyelamatkan dan membuka perut serigala yang masih tertidur dengan kapaknya. Si Kerudung Merah dan neneknya muncul tanpa terluka. Mereka mengisi tubuh serigala dengan batu-batu berat. Serigala terbangun dan mencoba melarikan diri, tetapi batu-batu itu menyebabkan dia ambruk dan mati. 

Resensi Novel Refrain


Resensi Novel Refrain (Prosa Baru)
Penulis : Winna  Efendi
Nata dan Niki adalah dua orang sahabat yang selalu bersama-sama sejak kecil menatap bintang di atas trampolin yang menjadi rutinitasnya. Setiap Niki bertanya tentang siapa yang akan lebih dulu jatuh cinta di antara mereka berdua, Nata selalu menjawab “kamu” kepada Niki. Suatu hari di sekolah, Niki dan Nata mempunyai sahabat yang bernama Annalise (Anna) pindahan dari New York. Anna merupakan anak tunggal dari model terkenal Vidia Rossa. Anna merupakan anak broken home yang kekurangan kasih sayang mamanya yang selalu sibuk mengurusi pekerjaannya sebagai designer dan model di luar negeri. Kemudian Niki mengajak Anna berteman dan Niki, Nata, Anna menjadi sahabat erat. Ternyata diam-diam Anna menaruh rasa sayang kepada Nata. Di sisi lain Nata pun merasakan ada yang berubah dari diri seorang Niki yang kemudian membuat jantungnya berdegup lebih kencang ketika bersama Niki. Anna kemudian mengetahui bahwa Nata menyukai Niki dan bertanya kepada Nata. Awalnya Nata tidak peduli, tetapi akhirnya ia meminta saran kepada Anna tetntang perasaannya.
Suatu hari Niki diajak berkenalan oleh kapten basket dari lawan SMA nya. Oliver anak terkenal dari SMA Pelita. Niki pun menjadi gugup ketika suatu hari Oliver mengajaknya jalan-jalan dan menyatakan rasa cintanya pada Niki. Seketika itu Niki merasa betapa senangnya mempunyai pacar dan betapa indahnya jatuh cinta. Niki pun langsung menceritakan kepada Nata dan Anna. Nata terkejut dan mengatakan bahwa Oliver tidak pantas menjadi pacar Niki. Nata berkata dalam hatinya bahwa sebenarnya dia yang lebih dulu jatuh cinta daripada Niki. Anna mengajak Nata dan Niki ke rumahnya untuk memilih koleksi-koleksi fotonya untuk dilombakan. Niki menemukan kumpulan foto-foto Nata dalam sebuah kotak sepatu yang secara diam-diam disimpan oleh Anna. Nata kemudian memberanikan diri bertanya tentang foto-foto itu. Anna pun mengatakan bahwa dia sayang kepada Nata. Anna lalu cepat mengatakan bahwa tidak perlu ada jawaban dari Nata karena ia sudah tahu jawabannya. Nata menjadi lega dan berkata bahwa ini baru pertama kalinya ada cewek yang menyatakan langsung perasaaannya kepadanya.
Suatu hari Niki masuk ke kamar Nata dan secara tidak sengaja membaca lagu-lagu ciptaan Nata. Mata tertuju pada sebuah buku yang kemudian isinya membuat Niki lemas ketika ia membaca tulisan di dalamnya yang ternyata adalahtentang perasaan Nata kepadanya. Nata memergokinya dan Niki langsung bergerak untuk meninggalkan ruang itu, tetapi ditahan oleh Nata yang meraih tangannya dan berkata dalam suara rendah, “gue sayang lo, Nik”. Niki tidak menjawab dan langsung berlari pergi kerumahnya. Saat itu Nata merasa dia sudah kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya. Persahabatan Nata dan Niki pun menjadi renggang.
Suatu ketika sepulang sekolah Nata berusaha mendekati Niki, ingin mengatakan sesuatu tentang perasaannya dan Nata juga mengatakan bahwa ia tidak ingin merusak persabatannya apalagi hubungan Niki dengan Oliver. Nata hanya ingin Niki tidak menjauh darinya. Niki akhirnya berani berkata bahwa dia tetap menganggap Nata sebagai sahabatnya, tidak lebih dan kemudian meminta maaf kalau ia tidak menerima perasaan Nata. Terkadang Niki merasa rindu untuk berkumupul kepada Anna dan Nata. Ia hanya bisa mengintip dari rumahnya ketika Nata bercanda ria bersama Anna di trampolin. Tempat khusus dirinya bersama Nata. SMA Pelita akan mengadakan pesta perpisahan, dan Niki akan datang menjadi pasangan Oliver. Namun, Niki terkejut dan marah ketika melihat Oliver berpasangan dengan Helena. Helena sudah merencanakan semua itu karena ia iri kepada Niki. Helena berhasil menipu Oliver dengan mengatakan bahwa ia akan mempertemukannya dengan Shasa. Oliver tega melakukan semua itu karena sangat mencintai Shasa.
Niki terkaget ketika Nata tiba-tiba menjemputnya danmengajaknya pulang dari tempat pesta itu ketika ia sedang menangis. Sahabatnya datang menyelamatkannya. Nata datang tanpa sepengetahuan Niki dan telah diberitahu oleh Oliver bahwa ia harus menjemput Niki. Oliver sebenarnya tidak tega melakukan itu. Akhirnya Nata dan Niki memutuskan untuk mengobrol di trampolin semalaman. Mereka berdua kembali berbaikan. Kelulusan akan segera tiba. Annalise memutuskan untuk kuliah, sementara Niki masih bingung. Nata tidak sanggup meninggalkan Niki, padahal ia sudah diterima sekolah musik impiannya di luar negeri. Danny tahu apa yang terjadi pada adiknya. Ia pun menasehati agar Nata mau sekolah dan tidak perlu khawatir terhadap Niki. Malamnya, Nata dan Niki memutuskan untuk menghabiskan malam di atas trampolin sambil mengingat masa-masa kecilnya dulu hingga mereka berdua tertidur di atas trampolin itu. Setelah terbangun , mereka memperhatikan dua planet bersinar pagi itu, berdekatan seperti dua sahabat. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata akan pergi untuk waktu yang lama.  Nata mengecup kening Niki dengan lembut, membekaskan seluruh rasa cintanya pada gadis itu.  Mereka berdua menangis dan Nata berkata dalam hati “Gue akan segera pulang dan,saat itu,gue gak akan melepaskan lo lagi”.
Setelah hampir lima tahun Nata dan Niki berpisah. Sampai suatu hari Nata pulang dan memutuskan untuk mampir ke sekolah lamanya.  Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara itu. Hati Nata berdegup, terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal suara itu. Mereka pun saling berpandangan. Ingin berteriak senang namun hanya seruan kecil yang keluar. Mereka pun kemudian menjadi sahabat yang tidak akan pernah terpisah selamanya.

Kesimpulan :
Refrain, Saat Cinta Selalu Pulang dari judulnya sudah menunjukan karakter dari sebuah percintaan. Dari novel ini diceritakan tentang 3 sahabat, Niki, Nata dan Anna yang diam-diam mempunyai perasaan satu sama lain tetapi tidak ingin mengungkapkannya karna takut menyakitkan satu dengan lainnya. Dari novel ini saya mengambil kesimpulan bahwa persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang selalu tulus dan memaafkan. Persahabatan yang tidak pernah lekang oleh waktu dan tidak penuh kemunafikan dan keegoisan.
“Tidak ada persahabatan yg sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” Kata-kata dalam novel ini memberi arti bahwa kita tidak bisa mengharapkan persahabatan yang sempurna dalam persahabatan kita. Tetapi kembali kepada kita, apakah kita akan berusaha untuk mempertahankan persahabatan itu? Apakah kita mau berusaha untuk membuat persahabatan itu terlihat selalu seru dan segar? Dan bersediakah kita untuk menjadi orang yang selalu ada disaat susah maupun senang untuk sahabat kita? Sekiranya kita menjawab “Ya.” untuk semua pertanyaan itu jika kita menginginkan persahabatan yang indah yang tidak akan lekang oleh waktu.          

Rabu, 28 November 2012

Artikel Tawuran Pelajar


ARTIKEL TAWURAN PELAJAR


Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
DAMPAK PERKELAHIAN PELAJAR
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.
PANDANGAN UMUM TERHADAP PENYEBAB PERKELAHIAN PELAJAR
Sering dituduhkan, pelajar yang berkelahi berasal dari sekolah kejuruan, berasal dari keluarga dengan ekonomi yang lemah. Data di Jakarta tidak mendukung hal ini. Dari 275 sekolah yang sering terlibat perkelahian, 77 di antaranya adalah sekolah menengah umum. Begitu juga dari tingkat ekonominya, yang menunjukkan ada sebagian pelajar yang sering berkelahi berasal dari keluarga mampu secara ekonomi. Tuduhan lain juga sering dialamatkan ke sekolah yang dirasa kurang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik. Begitu juga pada keluarga yang dikatakan kurang harmonis dan sering tidak berada di rumah.
Padahal penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu. Terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.
Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, mereka bangga kalau dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya.
Peristiwa seperti itu tidak boleh dibiarkan.  Semua pihak harus merasa prihatin dan tidak boleh sekedar menuding atau menyalahkan pihak-pihak tertentu. Apa jadinya, manakala peristiwa seperti itu terjadi di tempat lain dan selalu berulang. Siapapun akan gelisah. Orang tua yang menyekolahkan anaknya tidak akan tenang, khawatir anaknya menjadi korban. Kepala sekolah dan guru akan merasa terbebani. Demikian pula, siswa yang sebenarnya tidak ikut-ikut akan merasa terancam.
Jumlah sekolah sedemikian banyak. Manakala tidak ada jaminan keselamatan dan ketenangan, maka pihak-pihak yang terkait dengan sekolah akan gelisah dan merasa tertekan.  Sekolah yang semestinya melahirkan suasana damai,  menyenangkan, dan menjadi harapan masa depan,  justru berbalik menjadi tempat yang menakutkan dan atau setidak-tidak mengkhawatirkan. Sekolah tidak boleh melahirkan suasana seperti itu.
Sekolah adalah tempat anak-anak menimba ilmu, berlatih  berperilaku  luhur, terpuji dan mulia.  Di tempat itu para siswa diajari  ilmu pengetahuan dan tata krama pergaulan sehari-hari. Ke sekolah bukan mencari musuh, melainkan justru  belajar tentang banyak hal,  tidak terkecuali mencari teman. Tidak ada satu pun  sekolah yang mengajari para siswanya bermusuhan, dan  apalagi  tawuran.  Kejadian itu betul-betul membuat  banyak orang repot dan wajar  melahirkan pertanyaan, sebenarnya ada apa di sekolah hingga peristiwa  yang sangat menyedihkan  itu  terjadi.
Ada beberapa hal yang kiranya bisa diambil  pelajaran dan juga bahan perenungan selanjutnya, yaitu :
Pertama, Bahwa kualitas hasil pendidikan tidak selalu ditentukan oleh jumlah anggaran yang disediakan. Dulu,  banyak orang  mengkritik rendahnya kualitas pendidikan, disebabkan jumlah anggaran  sangat terbatas. Ternyata setelah pemerintah menganggarkan 20 % dari APBN pada setiap tahunnya,  persoalan pendidikan masih saja muncul,  yang juga tidak kurang rumitnya untuk diselesaikan, seperti adanya tawuran antar pelajar ini.
Kedua, sementara orang menganggap  bahwa pendidikan di kota, lebih-lebih di kota besar lebih unggul dibandingkan dengan pendidikan di kota kecil dan  apalagi di pedesaan.  Pada  aspek-aspek tertentu, pendidikan di perkotaan  memiliki kelebihan, seperti sarana dan prasarana, lingkungan, dan lain-lain. Akan tetapi ternyata, lingkungan perkotaan memiliki problem tersendiri yang tidak selalu mendukung  prosess pendidikan. Pendidikan kharakter,mungkin justru lebih mudah  ditanamkan  di sekolah-sekolah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Ketiga, pendidikan  tidak cukup hanya dimaknai  secara sederhana, yaitu sebagai  proses penyampaian seperangkat pelajaran yang  tertuang dalam kuriukulum pada setiap jenjang satuan pendidikan.  Mata pelajaran itu sebenarnya adalah alat yang digunakan untuk membentuk watak, prilaku,  dan tabiat para siswa.  Namun  terasa aneh ketika pelajaran itu dianggap sebagai sesuatu yang harus diterima oleh para siswa pada rentangan waktu tertentu, lingkup tertentu, dan kedalaman tertentu. Kewajiban para siswa menerima pelajaran, tanpa mereka mengetahui  maksud dan filosofinya, kecuali  hanya agar lulus ujian, akan dirasakan sebagai beban yang memberatkan. Manakala itu yang  terjadi, maka para siswa  tidak akan merasakan nikmatnya  belajar,  dan bahkan juga nikmatnya ilmu pengetahuan. Selain itu, sekolah hanya akan diangap sebagai  tahapan  yang harus dilalui oleh setiap anak pada usia tertentu. Akibatnya, sekolah  tidak lebih menjadi tempat yang menggelisahkan dan membelenggu. Suasana seperti itu bisa diamati gelajanya dari ketika mereka lulus akan mengekspresikan kegembiraannya secara berlebihan, lewat saling mencorat-coret baju, dan juga kebut-kebutan.
Keempat, mestinya harus disadari bahwa,  pelajaran apapun yang diberikan di sekolah, tujuannya  harus diketahui benar oleh para siswa. Dalam Islam, kegiatan pencaharian ilmu adalah dimaksudkan untuk meraih puncak religiousitas, yaitu memahami  dirinya sebagai bekal  untuk mengenali Tuhannya. Oleh karena itu, maka belajar apa saja, biologi, fisika, kimia, matematika, psikologi, sosiologi, sejarah, seni, bahasa,  filsafat, dan lain-lain,  harus  memulainya  dengan menyebut Asma Allah,  dan baru berakhir dalam arti meraih  apa yang dicari  tatkala mencapai puncak kesadaran,  tentang adanya Dzat Yang Maha Kuasa.
            Proses dan orientasi seperti dikemukakan itu,  sangat berbeda dibandingkan dengan  ketika  mempelajari ilmu pengetahuan hanya dimaksudkan untuk mempersiapkan ujian dan kemudian agar  memperoleh selembar ijazah. Proses kegiatan  seperti itu bisa dimaknai, sebagaimana seringkali terdengar, yaitu para siswa baru diajar,  tetapi belum dididik.  Maka pantas,  mereka mudah  tawuran, dan kehilangan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai anak terpelajar.  
            terdapat sedikitnya 4 faktor psikologis mengapa seorang remaja terlibat perkelahian pelajar.
1. Faktor internal. Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak. Situasi ini biasanya menimbulkan tekanan pada setiap orang. Tapi pada remaja yang terlibat perkelahian, mereka kurang mampu untuk mengatasi, apalagi memanfaatkan situasi itu untuk pengembangan dirinya.
2. Faktor keluarga. Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada anak. Anak, ketika meningkat remaja, belajar bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya, sehingga adalah hal yang wajar kalau ia melakukan kekerasan pula. Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anaknya, ketika remaja akan tumbuh sebagai individu yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya yang unik. Begitu bergabung dengan teman-temannya, ia akan menyerahkan dirinya secara total terhadap kelompoknya sebagai bagian dari identitas yang dibangunnya.

3. Faktor sekolah. Sekolah pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya menjadi sesuatu. Tetapi sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya. Karena itu, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar (misalnya suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dsb.) akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Baru setelah itu masalah pendidikan, di mana guru jelas memainkan peranan paling penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan (walau dalam bentuk berbeda) dalam “mendidik” siswanya.
4. Faktor lingkungan. Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Misalnya lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang berperilaku buruk (misalnya narkoba). Begitu pula sarana transportasi umum yang sering menomor-sekiankan pelajar. Juga lingkungan kota (bisa negara) yang penuh kekerasan. Semuanya itu dapat merangsang remaja untuk belajar sesuatu dari lingkungannya, dan kemudian reaksi emosional yang berkembang mendukung untuk munculnya perilaku berkelahi 



KESIMPULAN
Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja. Banyak sekali dampak negatif dari tawuran tersebut contoh umum nya seperti luka atau tewas nya para siswa dan rusaknya fasilitas umum. Penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu. Terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.
Sekolah adalah tempat anak-anak menimba ilmu, berlatih  berperilaku  luhur, terpuji dan mulia.  Di tempat itu para siswa diajari  ilmu pengetahuan dan tata krama pergaulan sehari-hari. Ke sekolah bukan mencari musuh, melainkan justru  belajar tentang banyak hal,  tidak terkecuali mencari teman. Faktor-faktor psikologis mengapa seorang remaja terlibat perkelahian pelajar yaitu : Faktor Internal, Faktor Keluarga, Faktor Sekolah, Faktor Lingkungan.
PENDAPAT
Perkelahian pelajar tentu merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Banyak faktor yang di tuduhkan seperti yang dialamatkan ke sekolah yang dirasa kurang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik. Begitu juga pada keluarga yang dikatakan kurang harmonis dan sering tidak berada di rumah. Padahal penyebab terjadinya perkelahian itu tidak sesederhana itu. Mestinya harus disadari bahwa,  pelajaran apapun yang diberikan di sekolah, tujuannya  harus diketahui benar oleh para siswa. Dalam Islam, kegiatan pencaharian ilmu adalah dimaksudkan untuk meraih puncak religiousitas, yaitu memahami  dirinya sebagai bekal  untuk mengenali Tuhannya.
Sumber :

   http://www.kpai.go.id/publikasi-mainmenu-33/artikel/258-tawuran-pelajar-memprihatinkan-dunia-pendidikan.html

Artikel Aborsi


ARTIKEL ABORSI


Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.
Jadi, gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah terjadi keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Secara umum, istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu secara sengaja maupun tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan).
Macam-macam aborsi
1. Aborsi provokatus medisinalis.
Aborsi provokatus medisinalis adalah karena alasan kesehatan ibu hamil tersebut tidak dapat melanjutkan kehamilannya. Misalnya sakit jantung, karena jika kehamilannya dilanjutkan terjadi penambahan beban kerja jantung sehingga sangat berbahaya bagi jiwanya. Dalam hal ini keselamatan ibu yang diutamakan. Penyakit lain yaitu tuberkulosis paru berat, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, hipertensi, penyakit hati menahun (JNPK-KR, 1999). Tentunya untuk melaksanakan tindakan ini pun harus ada inform choice dan inform consent terlebih dahulu.
2. Aborsi provokatus kriminalis.
Contoh kasus diatas, tindakan pengosongan rahim dari buah kehamilan yang dilakukan dengan sengaja bukan karena alasan medis, tetapi alasan lain biasanya karena hamil diluar nikah,atau terjadi pada pasangan yang menikah karena gagal kontrasepsi maupun karena tidak mengingkan kehamilannya.
Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi :
1. Spontaneous abortion : gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami.
2. Induced abortionatau procured abortion : pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk didalamnya adalah :
a. Therapeutic abortion : pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
b. Eugenic abortion : pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.
c. Elective abortion : pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.
Jenis abortus menurut terjadinya :
a. Abortus spontanea (abortus yang berlangsung tanpa tindakan)
• Abortus imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
• Abortus insipiens : Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
• Abortus inkompletus : Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
• Abortus kompletus : Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.
b. Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat).
Menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu, atau berat badan bayi belum 1000 gram, walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidup.
Factor-faktor yang mempengaruhi aborsi.
1. Abortus Provokatus Medisinalis
Abortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan perdarahan yang terus menerus, atau jika janin telah meninggal (missed abortion).
• Mola Hidatidosa atau hidramnion akut.
• Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis.
• Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir, misalnya kanker serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti kanker payudara.
• Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi. Telah berulang kali mengalami operasi caesar.
• Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung, misalnya penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung, hipertensi, nephritis, tuberkulosis paru aktif, toksemia gravidarum yang berat. Penyakit-penyakit metabolik, misalnya diabetes yang tidak terkontrol yang disertai komplikasi vaskuler, hipertiroid, dan lain- lain.
• Epilepsi, sklerosis yang luas dan berat.
• Hiperemesis gravidarum yang berat, dan chorea gravidarum.
• Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Pada kasus seperti ini, sebelum melakukan tindakan abortus harus dikonsultasikan dengan psikiater.
2. Abortus Provokatus Kriminalis
Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya:
• Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.
• Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya anak lagi.
• Kehamilan di luar nikah.
• Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi keluarga.
• Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan, janin cacat.
• Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga). Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.
Berikut adalah pelaku Abortus Provokatus Kriminalis
Pelaku Abortus Provokatus Kriminalis biasanya adalah:
• Wanita bersangkutan.
• Dokter atau tenaga medis lain (demi keuntungan atau demi rasa simpati).
• Orang lain yang bukan tenaga medis (misalnya dukun).
Teknik aborsi dapat dilakukan melalui :
1. Curettage and dilatage (C & D)
2. Dengan melebarkan mulut rahim kemudian janin dikiret dengan alat tertentu
3. Dengan aspirasi atau penyedotan isi rahim.
4. Melalui operasi (hystertotomi). abortus dapat terjadi karena ketidaksengajaan (spontaneous abortus) dan terjadi karena disengaja (abortus provocatus atau induced pro abortion).
EFEK ABORSI
1. Efek Jangka Pendek
•           Rasa sakit yang intens
•           Terjadi kebocoran uterus
•           Pendarahan yang banyak
•           Infeksi
•           Bagian bayi yang tertinggal di dalam
•           Shock/Koma
•           Merusak organ tubuh lain
•           Kematian
2. Efek Jangka Panjang
•           Tidak dapat hamil kembali
•           Keguguran Kandungan
•           Kehamilan Tubal
•           Kelahiran Prematur
•           Gejala peradangan di bagian pelvis
•           Hysterectom
RESIKO ABORSI
Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.
Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
•           Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
•           Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
•           Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
•           Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
•           Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
•           Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).
•           Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
•           Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
•           Kanker hati (Liver Cancer).
•           Kelainan pada ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya.
•           Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
•           Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
•           Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar.


KESIMPULAN
Gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah terjadi keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Secara umum, istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu secara sengaja maupun tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan).
Efek Jangka Pendek : Rasa sakit yang intens, Terjadi kebocoran uterus, Pendarahan yang banyak, Infeksi, Bagian bayi yang tertinggal di dalam, Shock/Koma, Merusak organ tubuh lain, Kematian
Efek Jangka Panjang : Tidak dapat hamil kembali, Keguguran Kandungan, Kehamilan Tubal, Kelahiran Prematur, Gejala peradangan di bagian pelvis, Hysterectom
Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
1.      Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
2.      Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
3.      Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
4.      Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
5.      Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6.      Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).
7.      Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
8.      Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
9.      Kanker hati (Liver Cancer).
10.  Kelainan pada ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya.
11.  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
12.  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
13.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

PENDAPAT
Menurut saya kejadian aborsi dimasyarakat dikarenakan semakin bebasnya pergaulan remaja. Banyaknya hubungan seks diluar nikah di pergaulan remaja mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. Kehamilan diluar nikah adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya aborsi. Untuk mengurangi terjadinya aborsi cara utama adalah melalui orang tua, orang tua harus lebih mengawasi pergaulan anaknya supaya si anak tidak terperosok ke pergaulan yang salah. Aborsi sangat banyak memiliki dampak yang tidak baik karena dapat menyebabkan banyak gejala-gejala seperti yang disebutkan di artikel tersebut.

SUMBER
lucyaoktapina.blogspot.com
http://stevan777.wordpress.com/2008/01/02/makalah-aborsi-untuk-pelajar-sma-mahasiswa/

Artikel Pengangguran


ARTIKEL PENGANGGURAN

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Meskipun banyak jenis pengangguran yang muncul dalam perekonomian Indonesia, namun secara umum pengangguran akan lebih banyak memberi dampak yang kurang baik bagi kegiatan ekonomi negara. Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kapasitas penuh, suatu kapasitas yang dihaparkan. Pengangguran juga akan menyebabakan beban angkatan kerja yang benar-benar produktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalah kriminalitas dan masalah sosial lainya.
Sebelum lebih jauh kita bicarakan pengangguran, kita lihat terlebih dahulu komposisi penduduk Indonesia. Dari seluruh penduduk Indonesia, kita bagi dalam penduduk usia kerja (PUK), yakni penduduk yang memiliki usia “pantas” kerja yakni, antara 15 tahun sampai dengan 65 tahun. Meskipun pada kenyataanya, seperti negara berkembang lainya, penduduk dengan usia di bawah 10 tahunpun telah bekerja. Sedangkan secara umum penduduk di luar usia kerja tersebut dinamakan penduduk di luar usia kerja (PDUK), yakni para balita dan manula. Jenis-jenis pengangguran dapat dibagi berdasarkan penyebabnya dan cirinya.
Pertumbuhan ekonomi sangat memengaruhi angka pengangguran. Melihat kenyataan ini, semestinya lembaga-lembaga pendidikan, punya tanggung jawab moral terhadap lulusannya, jangan sampai menambah deretan jumlah pengangguran yang sudah ada.
Banyak orang yang menganggur karena kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia.Pendidikan di Indonesia juga merupakan factor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran.Banyak orang yang tidak mampu menyelesaikan pendidikannya sampai menengah atas ataupun perguruan tinggi.
Lembaga pendidikan menjadi kebutuhan semua lapisan masyarakat yang ada di Indonesia. Karena itu pula, dewasa ini begitu menjamur sekolah-sekolah tinggi, akademi dan sejenisnya yang menawarkan program Diploma 1 (D1) hingga D3. Namun, program-program diploma itu, juga terkesan masih mahal menurut ukuran kocek kelas menengah bawah.Pendidikan yang hanya berorientasi kepada kalangan pemilik uang, sesungguhnya merupakan hal yang jauh dari apa yang disebut pendidikan yang membebaskan.
Berbagai kemungkinan dapat menyebabkan peserta didik tak dapat melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang memang karena ketidakmampuan orangtua disebabkan karena memerlukan biaya yang tinggi, selain itu ada pula karena malas, dan lainnya. Justru itu, program life skill seperti bidang komputer, jahit-menjahit, montir, bahasa Inggris serta lainnya sangat besar manfaatnya buat kehidupan karena itu dapat menjadikan mereka setidaknya agar mereka dapat memiliki kemampuan yang lain.Tetapi karena juga banyaknya orang-orang yang kurang menyadari betapa pentingnya pendidikan, mereka tidak perduli dengan nasib mereka sendiri.Oleh karenanya mereka menjalankan kehidupan mereka sendiri dengan yang apa adanya dan kadang juga menggantungkan hidupnya pada orang lain.Karena tidak mempunyai uang untuk membiayai hidupnya mereka terkadang melakukan kejahatan dan tindakan kriminal yang dapat merugikan orang lain.

Jenis pengangguran
  • Berdasarkan Penyebab Terjadinya 
    • Pengangguran Konjungtur / Siklis : Pengangguran yang berkaitan dengan turunnnya perekonomian suatu negara.
    • Pengangguran Struktural : Pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur atau perubahan komposisi perekonomian.
    • Pengangguran Frisksional : Pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja.
    • Pengangguran Musiman : Pengangguran yang terjadi karena pergantian musim.
  • Berdasarkan Menurut Lama Waktu Kerja
    • Pengangguran Terbuka : Situasi dimana orang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan.
    • Setengah Menganggur : Situasi dimana orang bekerja tapi tenaganya termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilan yang diperoleh.
    • Pengangguran terselubung : Situasi dimana tenaga kerja tidak bekerja secara optimal. Dikarenakan ketidaksesuaian antara pekerjaan dan kemampuan.

Dampak Pengangguran
  • Pendapatan Nasional dan Pendapatan Per Kapita. Pendapatan nasional dapat dihitung dari pendapatan yang diterima pekerja. Jadi dapat dikatakan apabila tingkat pengangguran tinggi maka nilai komponen pendapatan semakin kecil dan mempengaruhi pendapatan nasional. Pendapatan per kapita pun seperti itu. semuanya dipengaruhi dengan pendapatan nasional.
  • Penerimaan Negara. Pajak merupakan bagian penerimaan negara. Pajak penghasilan pun merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan tingginya pengangguran maka pendapatan negara di bidang pajak penghasilan akan berkurang.
  • Beban Psikologis. Semakin lama orang menganggur, akan semakin besar beban psikologis yang ditanggung.
  • Beban Sosial. Semakin besar penganggur. Semakin besar juga biaya sosial yang keluar. Biaya medis, keamanan, dll. menjadi pengeluaran yang otomatis sejalan dengan kehidupan penganggur. 
Cara Mengatasi Pengangguran
  1. Peningkatan daya beli masyarakat.
  2. Pengadaan proyek bersifat umum.
  3. Pengadaan pendidikan dan pelatihan untuk penambahan kualitas tenaga kerja.
  4. Pemberitahuan informasi tentang lowongan kerja.
  5. Bursa lowongan kerja untuk mempertemukan pekerja dan pekerjaan.


KESIMPULAN
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kapasitas penuh, suatu kapasitas yang dihaparkan. Pengangguran juga akan menyebabakan beban angkatan kerja yang benar-benar produktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalah kriminalitas dan masalah sosial lainya.

PENDAPAT
Menurut saya banyaknya pengangguran di Indonesia karena lemahnya daya pikir masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja, kebanyakkan orang di Indonesia tidak berani mengambil resiko yang besar untuk menjadi wiraswasta. Mereka lebih memilih untuk menjadi pekerja. Orang yang hanya bisa menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat menengah atas saja sebagian besar hanya sebagai buruh-buruh di pabrik hanya sebagian kecil diantara mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu sudah seharusnya pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat agar dapat berkurangnya jumlah pengangguran dan dapat meminimalisir terjadinya tindakan kejahatan dan kriminal di Indonesia.

SUMBER
http://amrynr.net/makalah-artikel-pengangguran-indonesia/